Tampilkan postingan dengan label Definisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Definisi. Tampilkan semua postingan

22 Agustus 2008

Definisi Teater

. 22 Agustus 2008
0 komentar

Teater (Bahasa Inggris "theater" atau "theatre", Bahasa Perancis "théâtre" berasal dari Bahasa Yunani "theatron", θέατρον, yang berarti "tempat untuk menonton") adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, Dynamics of Drama, mendefinisikan teater sebagai " yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain." Teater bisa juga berbentuk: opera, ballet, mime, kabuki, pertunjukan boneka, tari India klasik, Kunqu, mummers play, improvisasi performance serta pantomim.


Drama (Yunani Kuno δρᾶμα) adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari Bahasa Yunani yang berarti "aksi", "perbuatan".

Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Definisi Dramaturgi

.
0 komentar

Drama turgi adalah ajaran tentang masalah hukum, dan konvensi/persetujuan drama. Kata drama berasal dari bahasa Yunani yaitu dramoai yang berarti berbuat, berlaku, beraksi, bertindak dan sebagainya, dan “drama” berarti : perbuatan, tindakan. Ada orang yang menganggap drama sebagai lakon yang menyedihkan, mengerikan, sehingga dapat diartikan sebagai sandiwara tragedi.



Komedi Tragedi

Drama dapat berupa komedi dan tragedi. Kekeliruan demikian terjadi karena kekeliruan dengan istilah drama dalam hidup keluarga. Misalnya : drama percintaan yang maksudnya mengandung peristiwa menyedihkan, mengerikan.



Arti Drama

* Arti pertama : Drama adalah kualitas komunikasi, situasi,action. (segala apa yang terlintas dalam pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan (exciting), dan ketegangan pada pendengar/penonton.

* Arti kedua : Menurut Moulton, drama adalah : hidup yang dilukiskan dengan gerak (life presented action). Jika buku roman menggerakan fantasi kita, maka dalam drama kita melihat kehidupan manusia diekspresikan secara langsung di muka kita sendiri.

Menurut Brander Mathews : Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama

Menurut Ferdinand Brunetierre : Drama haruslah melahirkan kehendak manusia dengan action.

Menurut Balthazar Verhagen : Drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sikap manusia dengan gerak.

* Arti ketiga : Drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunaka percakapan dan action dihadapan penonton.



Arti Drama, Sandiwara, Tonil

Pertunjukan drama disebut juga sandiwara. kat sandiwara itu dibuat oleh P.K.G mangkunegara VII almarhum sebagai kata pengganti Toneel, yang pada hayat P.K.G sudah mulai mendapat perhatian di kalangan kaum terpelajar, tetapi pada waktu itu dan lingkungan kaum terpelajar itu yang dipergunakan masih dalam bahasa Belanda. Kata baru “sandiwara” dibentuk dari kata “sandi: dan “Wara”, sandi (Jawa sekarang) berarti rahasia, dan “Wara” (wara Jawa) adalah pengajaran. Demikialah menurut Ki Hadjar Dewantara, sandiwara adalah pengajaran yang dilakukan dengan perlambang.

Demikianlah kupasan singkat dari kata sandiwara sebagai pengganti kata Toneel sebagai pengganti kata drama. Sebenarnya arti kata sandiwara lebih kena dari pada kata Toneel (bahasa belanda), yang artinya tak lain dari pada pertunjukan. Demikian pulajuga dibandingkan dengan arti drama dalam bahasa yunani yang artinya mula-mula tak lain dari pada “perbuatan” dan kemudian semata-mata perbuatan diatas panggung. tetapi sungguh sayang, arti kata sandiwara yang sedalam itu sekarang merosot, bahkan kata sandiwara bagi umum banyak menimbulkan rasa “hina” atau ejekan. Apakah sebabnya demikian?

Oleh karena itu dalam sandiwara memang sering terdapat hal-hal yang kurang baik, kata seorang guru atau seorang bapak kepada anaknya, “Jangan main sandiwara kamu”. Kata sandiwara merosot derajatnya karena yang menyelenggarakan dan yang memelihara sandiwara kurang cakap atau kurang baik budinya. Jika kita ingin mengembalikan arti kata sandiwara seperti yang semestinya, lapangan sandiwara meminta juga kepada kaum terpelajar, kepada orang yang cakap, kepada yang berjiwa seniman dan berbudi tinggi.

Formula Dramaturgi (4M)

yang dimaksud dengan formula dramaturgi atau 4M adalah :

A1 : Menghayalkan

A2 : Menuliskan

A3 : Memainkan

A4 : Menyaksikan

A1 : Disini untuk pertama kali manusia/pengarang menghayalkan kisah : ada inspirasi-inspirasi, ide-ide.

A2 : Pengarang menyusun kisah yang sama untuk kedua kalinya pengarang menulis kisah

A3 : Pelaku-pelaku memainkan kisah yang sama untuk ketiga kalinya (action). disini actor dan aktris yang bertindak dalam stage tertentu

A4 : Penonton menyaksikan kisah yang sama untuk keempat kalinya. ***

Klik disini untuk melanjutkan »»

Definisi Konsentrasi

.
3 komentar

Definisi konsentrasi adalah Pemusatan diri terhadap suatu tujuan.
Sesuatu yang nampak sangat sederhana bukan? Namun ada baiknya kita bedah definisi diatas satu demi satu agar lebih jelas maksudnya.

Dari definisi diatas, jelas aktivitas utama dari konsentrasi adalah : Pemusatan, mengumpulkan menjadi satu, membawa ke satu titik semua hal yang masih tercerai berai.
Nah, apa yang mau dipusatkan? Apa yang mau dikumpulkan menjadi ke satu titik (fokus)?
Yang hendak kita pusatkan atau kita kumpulkan menjadi ke satu titik fokus adalah : Diri.

Beberapa hal berikut ini adalah anatomi dari yang kita sebut sebagai Diri. Silahkan baca dan simak dengan perlahan, santai dan coba pahami.

Elemen diri :

01. Panca Indera : Penciuman, rabaan, perasa lidah, penglihatan, pendengaran.

02. Intelegensia : - daya ingat (memori),
- daya fikir(problem solving),
- daya hitung (digital),
- daya imajinasi (proyeksi pencitraan subyek dan obyek),
- daya paham (kemampuan memahami sistematika kerja suatu persoalan, mesin, alat dll.)

03. Emosi : 01. Library of emotional :
Kelengkapan pengalaman emosi : marah, sedih, gembira, kecewa, takut, cemburu, sombong, rendah hati, sabar dll.
02. Control of Emotional :
kemampuan mengendalikan emosi dalam suatu kondisi yang menantang.
03. Managing of Emotional :
kemampuan mengelola kelengkapan emosi menjadi suatu kehendak mencipta, baik karya yang berhubungan dengan peradaban : dasi, sepeda motor, rumah. Maupun yang berkaitan dengan kebudayaan : Musik, lukisan, sastra dll.

04. Skill : Kemampuan diri yang berkaitan dengan ketrampilan mengoperasikan, menjalankan, memainkan sebuah alat dalam rangka mencapai suatu tujuan.

05. Spiritual : Kemampuan diri untuk memahami, mematuhi dan menjalankan sebuah konsep keyakinan, ketuhanan, sering disebut proses supralogika atau extra rasional karena sering berlawanan dengan kaidah-kaidah logika dan hukum rasional.

Konsentrasi sangat berkaitan dengan faktor entity (eksistensi suatu materi) dan faktor space (ruang dimana suatu entity berkonsentrasi).

Contoh Faktor Entity adalah : Diri Manusia, obyek Material yang dijadikan tujuan konsentrasi (Nyala api sebuah lilin dll), serta Obyek Non Material yang dijadikan tujuan konsentrasi (Problem, peristiwa yang tak dipahami dll.)

Contoh Faktor Space adalah : Ruang wujud tempat dimana konsentrasi dilakukan (ruang kelas, kamar, tempat ibadah, hutan, padang ilalang dll.)
Ruang jiwa (ruang rasa dan ruang fikir) sering berhubungan dengan keluasan wawasan, cakrawala pemikiran seseorang, dan kelapangan jiwa seseorang memahami dan menerima sesuatu peristiwa dalam hidup.

Catatan khusus:
Ruang, waktu dan energi adalah bukan konsep materiil, melainkan konsep ruhani/spiritual. Tembok persegi empat, batubata, semen,kayu yang mengitari sebuah kamar apabila dihancurkan, apakah ruangnya ikut hancur dan hilang? Yang hancur adalah materinya bukan ruangnya.
Demikian pula dengan arloji dan jam dinding dimusnahkan apakah waktu berhenti berjalan?
Apakah energi dapat dilihat? Yang bisa dilihat adalah bekas energi, misal bekas pukulan besi pada tembok, biru lebam di wajah bekas tamparan.

Keberhasilan aktivitas konsentrasi sangat bergantung dengan hal-hal diatas. Setiap diri akan mengalami proses yang berbeda dalam melakukan konsentrasi terhadap suatu obyek yang sama. Dan setiap diri akan mempunyai hasil yang beragam.

Konsentrasi adalah bukan aktivitas sekali jadi. Konsentrasi adalah kegiatan yang harus dilakukan berulang kali dan akan menjadi semakin baik apabila dilakukan secara rutin setiap hari atau setiap melakukan suatu aktivitas.
Kemampuan konsentrasi akan berkurang seiring jarangnya aktivitas tersebut dilakukan. Hasil konsentrasi akan memburuk dan harus mengulang proses melatih konsentrasi dari awal.

Yang jarang disadari adalah bahwa Konsentrasi adalah dasar magnetisme bahkan gerbang awal menuju dunia spiritual yang tak berbatas, menuju sebuah dunia yang sangat aneka ragam menawarkan kemungkinan dan peluang.
Melalui medium konsentrasi, kita bisa melakukan self healing (penyembuhan diri sendiri), mahir memecahkan masalah pribadi dan masalah lingkungan, menghasilkan karya cipta yang fenomenal, mencapai ketenangan tanpa bergantung pada hal-hal diluar diri. Pengendalian aneka ragam emosi secara mandiri, bahkan lewat konsentrasi seorang manusia bisa menemukan dan meyakini kembali potensi fitrah-nya secara lebih bertanggung jawab. ***

Klik disini untuk melanjutkan »»