Metode dasar
Metode ini adalah ibu kandung yang melahirkan metode latihan-latihan konsentrasi lain. Sebelum melakukan metode latihan konsentrasi indera misalnya, usahakan melakukan metode latihan ini. Metode ini juga biasanya digunakan untuk mengawali dan mengakhiri sebuah sesi latihan keaktoran.
Sasaran utama latihan ini sebenarnya sederhana. Yang ingin dicapai adalah sikap tubuh yang rileks, tenang. Seluruh diri baik tubuh, pikiran dan emosi semuanya dikendalikan penuh oleh kamu.
Oke, kalau sudah siap,..
Duduk bersila atau bersimpuh atau pilih cara duduk yang menurut kamu paling nyaman. Usahakan kedua kaki tidak saling menghambat peredaran darah di daerah kaki.
Periksalah seluruh daerah tubuh kamu yang masih menegangkan otot, lalu lemaskan perlahan-lahan, berusahalah rileks, santai. Kendorkan seluruh ketegangan di bagian-bagian yang masih kamu rasakan tegang. Pada tahap ini, kalau perlu mintalah seorang teman untuk melihat dan menunjukkan titik-titik tubuh kamu yang masih terlihat tegang tanpa kamu sadari. Hal ini wajar karena kita biasanya jarang mengenali tubuh kita sendiri dengan tenang dalam waktu yang leluasa. Ikuti anjurannya dan segera lemaskan titik-titik yang ditunjuk tadi.
Kini, pejamkan mata perlahan-lahan sekali, jangan tergesa-gesa, ambil waktu sekehendak kamu, anggap waktu kini milik kamu sepenuhnya.
Cobalah bernafas teratur, dan rasakan ritme keteraturan nafasmu pelan-pelan. Ingat, nafas teratur adalah kunci awal konsentrasi.
Setelah itu cobalah dengar atau rasakan denyut nadi atau detak jantungmu sendiri, ikuti irama keteraturannya. Setiap mengikuti irama keteraturan baik dari nafas atau detak jantungmu akan lebih tenang dan lebih rileks.
Jangan pedulikan waktu, waktu adalah milik kamu sekarang. Ambil waktu selama yang kamu inginkan. Sekarang, kamu lah sang majikan dari semuanya.
Setelah mampu melakukan proses diatas, mulailah 'bangun' dalam keadaan gelap lantaran mata yang terpejam itu. Perlahan aktifkan sukmamu. Setiap diri dibekali dan memiliki spirit sendiri, kemauan sendiri, kekuatan sendiri, gunakan itu untuk menciptakan satu titik putih di tengah dan pusatkan diri kamu pada titik putih tersebut. Apabila titik putih itu memudar bahkan menghilang, bersabarlah..kerahkan lagi dirimu untuk menciptakan titik putih itu kembali dan berikan energi diri kamu pada titik putih tersebut.
Semakin besar energi yang kamu bagi ke titik putih tersebut, maka titik putih tersebut makin menyala, terang, bahkan bisa teramat menyilaukan, terang benderang seperti pijar matahari ketika kamu pandangi. Itulah inti energi diri yang kamu miliki. Selama konsentrasi berlangsung teruslah fokus pada titik putih itu. Sambil sesekali periksa kembali apakah kamu masih bersikap tenang, rileks dan semua otot dalam keadaan tidak tegang. Jika ada yang menegang, kendurkan lagi, lemaskan lagi dan kini kamu bisa kembali pada titik putih tadi.
Setelah latihan konsentrasi tahap awal ini selesai. Lakukan proses konsentrasi secara mandiri di lain waktu dan lain ruang, ini akan memperlancar dan mempercepat mahirnya daya konsentrasi kamu. ***
22 Agustus 2008
Metode latihan konsentrasi
Label: LatihanThe password is : konsentrasi
Pernahkah kamu nonton acara TV, agak lama baru menyadari kalo nyokap kamu ternyata sudah tiga kali teriak-teriak memanggil nama kamu?
Pernahkah kamu bercengkrama dengan pacar atau sahabat, asyik bersenda gurau, hingga tak peduli hujan deras atau di bawah terik siang matahari?
Kalo pernah, itu artinya kamu pernah mengalami dan merasakan asyiknya konsentrasi. Nggak asyik gimana coba? Hujan deras atau terik matahari ternyata tak bisa mengganggu kamu. Tidak juga teriakan nyokap kamu. Kamu seperti 'melebur' dalam sebuah kondisi dimana yang ada cuma kamu dan dunia kamu. Yang lain jadi samar, mengabur dan tidak penting.
Itulah yang disebut kedahsyatan efek konsentrasi.
Aku sendiri menyebutnya sebagai Hadiah Konsentrasi. Sebuah hadiah istimewa buat siapa saja yang mau meluangkan waktu untuk berkonsentrasi.
Seperti sifat hadiah-hadiah lain pada umumnya, ia bisa menjadi milik kita apabila kita telah mampu mengikuti syarat dan aturan mainnya.
Ada perbedaan mendasar antara kedua contoh diatas dengan konsentrasi yang akan kamu pelajari dalam buku ini. Sama seperti halnya ketika kamu tidak mempersoalkan telat makan, tapi geregetan karena belum boleh makan lantaran sedang berpuasa. Yang pertama, terjadi karena diluar rencana dan niat kamu. Yang kedua, terjadi karena direncanakan, dan memang kamu niatkan.
Kamu bisa konsentrasi nonton TV hingga baru bisa mendengar nama kamu di panggil nyokap untuk yang ketiga kali, adalah hal yang tidak kamu sengaja. Juga saat kamu kebal hujan sekaligus tahan panas saat bersenda gurau dengan pacar. Itu bukan konsentrasi, melainkan keterusan. Tidak percaya? Sekarang coba kamu jalan-jalan santai di bawah teriak matahari jam 1 siang (ngajak Pacar juga boleh). Tapi sekarang coba kamu niatkan konsentrasi melawan rasa panas matahari. Dijamin kamu akan kelojotan kepanasan plus dihadiahi tabok dari sang pacar.
So, letak perbedaannya pada soal niat.
Dalam contoh kasus, kamu kebal panas dan tahan hujan justru ketika tidak niat konsentrasi. Itu artinya, kamu seperti juga kebanyakan orang awam, belum bisa melakukan konsentrasi.
Padahal, untuk bisa belajar akting, syarat utamanya adalah: kamu harus bisa konsentrasi. Bayangkanlah dunia akting seperti sebuah laptop super canggih dan mahal, yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja. Mungkin banyak yang bisa membeli laptop tersebut, namun masih jarang yang bisa mengakses untuk memaksimalkan kelebihan dan beragam fitur menarik yang ada di dalam laptop.
Mengapa? Karena selayaknya sebuah laptop supercanggih, saat pertama kali dinyalakan ia pasti meminta password untuk bisa mengakses dan menggunakannya.
Sama halnya dengan dunia akting.
Banyak orang yang mungkin telah bermain teater, menjadi aktor sinetron bahkan bermain di film layar lebar. Tapi cuma sedikit yang telah benar-benar memasuki kedalaman dunia akting.
Hanya sedikit, aktor yang telah menerima penghargaan. Lebih sedikit lagi, aktor yang bisa dikagumi penonton bukan karena fisik dan wajahnya. Itu karena memang tak banyak yang tahu password atau kata kunci memasuki kedalaman dunia akting.
Kamu pingin tahu?
The password is: konsentrasi. ***